Senin, 01 Februari 2010

TKI-ku Sayang TKI-ku Malang


TUBAN--Satu lagi TKI meninggal di luar negeri. Lailatul Fitriah, 26 tahun, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Sendang, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban Jatim bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Arab Saudi tewas dan jenazahnya baru tiba di tanah air.

Sejak dikabarkan tewas pada 11 Nopember 2009 lalu, keluarga sibuk mencari penyebab kematian korban, lantaran kabar penyebabnya tak jelas. Bahkan, jenazah korban baru bisa dipulangkan dari Arab Saudi dengan rentang waktu selama tiga bulan.

''Keluarga sudah menanyakan penyebab kematian korban dan kenapa jenazahnya bisa terkatung-katung di Arab Saudi. Baru Senin (1/2) kemarin sampai di kampung halaman, Meninggalnya hanya dijelaskan karena jantungnya tidak berfungsi," keluh Towaf, kerabat korban, Selasa (2/2).

Towaf mengungkapkan, korban terakhir pulang pada tahun 2008 lalu sejak berangkat tujuh tahun silam. Sebenarnya, kepulangan tersebut adalah yang ketiga kalinya, tapi, sekaligus kepulangan yang terakhir untuk selamanya.

Setelah kabar kematian diterima, pihak keluarga juga mencari informasi salah satunya di PJTKI PT Jasmindo Olah Bakat di Jakarta. Sayangnya perusahaan pengerah tenaga kerja itu tidak mengetahui penyebab utama kematianya.

''Pemerintah seharusnya mempunyai perjanjian yang jelas dengan pihak-pihak negara yang menjadi langganan TKI. Karena TKI yang menjadi korban pembunuhan dan penyiksaan sudah tidak terhitung lagi. Kami pihak keluarga menyalahkan pemerintah yang tidak mampu mengurus rakyatnya sehingga harus mencari amakan di negeri orang lain,'' ujarnya

Setelah jenasah Fitriah datang, tangispun pecah khususnya kerabat dekat. Mereka masih tidak percaya, putri pertama pasangan Suratin dan Muspiatun itu akan meninggal dengan cara yang tidak wajar.

Disela-sela pemakaman kemarin, Rusdi (50 tahun) paman korban menuturkan, korban berangkat ke Jakarta melalui perantara perwakilan PJTKI di Tuban. Korban bekerja di Riyadh sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di rumah Fatimah Naseer Al Farraj sejak enam hingga tujuh tahun yang lalu.

''Ada surat kematian dari PJTKI, juga ada hasil visum dengan bahasa arab dari Arab Saudi, tetapi nampaknya masih banyak kejanggalan yang tidak bisa kami terima,'' ungkapnya

Dari hasil visum surat kematian yang berbahasa arab tersebut, korban meninggal akibat minum cairan yang mengandung api, hingga menyebabkan fungsi jantung korban terhenti. "Kejanggalan demi kejanggalan itulah yang membuat pihak keluarga ingin menuntut keadilan,'' tegasnya

sumber : http://www.republika.co.id/berita/102954/tki_meninggal_tak_wajar_di_arab_saudi

Suruh Anis Ngaca, Ruhut Ditanya Berapa Harga Anting & Kuncirnya

Jakarta - Pernyataan politisi Partai Demokrat (PD) Ruhut Sitompul yang meminta Sekjen PKS Anis Matta mengaca karena dianggap mengkampanyekan pemakzulan SBY berbuntut panjang. Wakil Sekjen DPP PKS Fahri Hamzah menilai Ruhut memang tidak layak didengar dan dipercaya omongannya.

"Kalau Ruhut, masalahnya dia nggak pernah baca bahan, dia ngomong dengan pikirannya sendiri. Kalau dia bilang, Pak Anis suruh ngaca, tanya sama Ruhut, kuncir sama antingnya harganya berapa? Jangan tanya sama otaknya," kata Fahri dengan nada berang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/2/2010).

Menurut anggota Pansus Century ini, PKS maupun Anis tidak pernah membicarakan soal pemakzulan SBY. Justru wacana pemakzulan mulai ramai dibicarakan karena SBY sendiri yang mengungkapkan isu tersebut karena kekhawatirannya.

"Jelas-jelas Pak Anis tidak membicarakan pemakzulan SBY. Makzul itu kan yang mulai Pak SBY," paparnya.

Politisi muda PKS ini menilai tanggapan Ruhut salah dan tidak berdasar. Karena itu Fahri meminta agar apapun omongan Ruhut tak perlu didengarkan.

"Itu tanggapan nggak benar, seolah-olah konstitusi kita nggak benar. Jangan didengerin dia," pungkasnya.

Ruhut, sebelumnya, meminta Anis mata berkaca karena menyinggung wacana pemakzulan. Anis seharusnya tahu PKS telah mendapat jatah menteri dengan masuk koalisi partai pendukung SBY. "Tidak ada pemakzulan. Kemarin Anis Matta ngomong pemakzulan. Anis Matta ngaca lu! Kurang apa, PKS 4 menteri kita kasih," kata Ruhut.

sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/02/02/135908/1291112/10/suruh-anis-ngaca-ruhut-ditanya-berapa-harga-anting-kuncirnya?991101605

KOIN CINTA UNTUK BILQIS


Seorang bayi nan cantik dan mungil itu tergolek lemah. Ia yang bernama lengkap Bilqis Anindya Passa, harus menahan rasa sakit yang amat pedih. Saking sakitnya, kulit disekitar perutnya terluka karena garukan. Garukan, yang hanya bisa ia lakukan. Perutnya kini membesar karena sebuah penyakit bernama atresia billier. Yaitu suatu keadaan dimana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal.

Fungsi dari sistem empedu itu sendiri adalah membuang limbah metabolik dari hati dan mengangkut garam empedu yang diperlukan untuk mencerna lemak di dalam usus halus.
Pada atresia bilier terjadi penyumbatan aliran empedu dari hati ke kandung empedu. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan hati dan sirosis hati, yang jika tidak diobati bisa berakibat fatal.

(Sirosis hati adalah penyakit hati menahun yang mengenai seluruh organ hati, ditandai dengan pembentukan jaringan ikat disertai nodul. Keadaan tersebut terjadi karena infeksi akut dengan virus hepatitis dimana terjadi peradangan sel hati yang luas dan menyebabkan banyak kematian sel. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya banyak jaringan ikat dan regenerasi noduler dengan berbagai ukuran yang dibentuk oleh sel parenkim hati yang masih sehat. Akibatnya bentuk hati yang normal akan berubah disertai terjadinya penekanan pada pembuluh darah dan terganggunya aliran darah vena porta yang akhirnya menyebabkan hipertensi portal. Pada sirosis dini biasanya hati membesar, teraba kenyal, tepi tumpul, dan terasa nyeri bila ditekan.)



Atresia bilier terjadi karena adanya perkembangan abnormal dari saluran empedu di dalam maupun diluar hati. Tetapi penyebab terjadinya gangguan perkembangan saluran empedu ini tidak diketahui. Atresia bilier ditemukan pada 1 dari 15.000 kelahiran.

Gejala biasanya timbul dalam waktu 2 minggu setelah lahir, yaitu berupa:
- air kemih bayi berwarna gelap
- tinja berwarna pucat
- kulit berwarna kuning
- berat badan tidak bertambah atau penambahan berat badan berlangsung lambat
- hati membesar.


Pada saat usia bayi mencapai 2-3 bulan, akan timbul gejala berikut:
- gangguan pertumbuhan
- gatal-gatal
- rewel
- tekanan darah tinggi pada vena porta (pembuluh darah yang mengangkut darah dari lambung, usus dan limpa ke hati).

Biasanya dokter mendiagnosis berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan perut, hati teraba membesar.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:
  • Pemeriksaan darah (terdapat peningkatan kadar bilirubin)
  • USG perut
  • Rontgen perut (tampak hati membesar)
  • Kolangiogram
  • Biopsi hati
  • Laparotomi (biasanya dilakukan sebelum bayi berumur 2 bulan)

  • Prosedur yang terbaik adalah mengganti saluran empedu yang mengalirkan empedu ke usus. Tetapi prosedur ini hanya mungkin dilakukan pada 5-10% penderita.

    Untuk melompati atresia bilier dan langsung menghubungkan hati dengan usus halus, dilakukan pembedahan yang disebut prosedur Kasai.
    Pembedahan akan berhasil jika dilakukan sebelum bayi berusia 8 minggu.
    Biasanya pembedahan ini hanya merupakan pengobatan sementara dan pada akhirnya perlu dilakukan pencangkokan hati.

    Begitu lemahnya aninda Bilqis harus menanggung penyakit langka dan berbahaya ini. Kawan-kawan, mari kita sumbangkan koin kita untuk turut ikut serta bersama gerakan "KOIN CINTA BILQIS". Berharaplah kepada Allah agar Ia menganugerahkan kesembuhan bagi Aninda Bilqis dan semoga Allah membalas usaha kita semua.

    SINEMART Mencari Pemain "Dalam Mihrab Cinta"


    DALAM MIHRAB CINTA


    Dalam menggarap film terbarunya yang berjudul “DALAM MIHRAB CINTA”, Sinemart Pictures kembali menggelar kegiatan Open Casting Pemeran Utama, yang akan berlangsung sampai dengan 24 Januari 2010 mendatang.

    Film yang rencananya akan menjalani masa syuting pada bulan Maret 2010 ini diangkat dari novelette karya Habiburrahman El Shirazy, penulis Mega Best Seller Asia Tenggara yang sebelumnya telah sukses bekerjasama dengan Sinemart Pictures dalam penggarapan dwilogi Ketika Cinta Bertasbih. Istimewanya, kali ini Sinemart Pictures tidak hanya mengangkat karya ceritanya ke layar lebar, tetapi juga mendapuk pria yang akrab disapa Kang Abik ini untuk menyutradarai filmnya.

    Melanjutkan kesuksesan film pendahulunya, dwilogi Film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) yang juga mengadakan audisi terbuka dan sukses mengenalkan bintang-bintang muda berbakat seperti Kholidi Asadil Alam, Oki Setiana Dewi, Andi Arsyil Rahman, Alice Sofie Norin dan Meyda Sefira, kegiatan “Open Casting Film Dalam Mihrab Cinta” ini pun memberi kesempatan bagi para pemuda-pemudi muslim Indonesia untuk menunjukkan potensinya menjadi salah satu dari pemeran Film Dalam Mihrab Cinta (DMC).

    “Melihat pengalaman di Audisi KCB tahun lalu, kita melihat potensi besar di remaja-remaja muslim Indonesia. Oleh karena itu kami memberi peluang kepada mereka semua menunjukkan potensinya kembali di film ini untuk menjadi tokoh Syamsul Hadi, Zidni Ilma (Zizi), Silvie dan Burhan. Kami optimis pemeran yang nantinya terpilih bisa menjadi tauladan yang baik bagi masyarakat”, ungkap Kang Abik.

    Adapun detil syarat Pendaftaran “Open Casting Film Dalam Mihrab Cinta” adalah sebagai berikut :

    1. Laki-laki (17-25 thn) dan Perempuan (15-23 thn).
    2. WNI dan bisa berbahasa Indonesia dengan baik.
    3. Berpenampilan menarik dan proporsional.
    4. Tidak terikat kontrak dengan pihak lain.

    Setelah memenuhi syarat tersebut di atas, pendaftar bisa langsung mengirimkan biodata lengkap dan foto ke PO BOX 0051/JKBKJ/11530 Jakarta.

    Siapakah bintang-bintang muda berbakat yang akan membintangi film yang rencananya mulai tayang di bioskop pada pertengahan tahun 2010 mendatang ini? Kita tunggu saja!

    sumber : http://www.sinemart.com/new/Movies.php?select=terbaru&sub=sinopsis&pID=151

    Kamis, 22 Oktober 2009

    AKU CINTA INDONESIA

    "....fhfhfh...fucking Malaysia!!!!". Teriak seseorang pemuda lantang sambil menunjukan bogem mentahnya.
    "..DASAR MALINGSIA...!!!", timpal yang lain.

    Kawan-kawan semua pasti paham kedua kalimat di atas. Yup, bener sekali! Pasti kejadian mengenai pelecahan harkat dan martabak bangsa ini masih sangat hangat walau tak pernah sekalipun dihangatkan atau ditaruh di magic jar. Terutama kasus mengenai pengatasnamaan budaya bangsa kita oleh negara tetangga.

    Tentu kita semua geram dan berusaha menunujukan sikap gerangnya demi menyelamatkan dan membela tanah air tercinta kita, INDONESIA!!!!! Tapi, sadarkah kawan semua? Sebenarnya cintakah kita terhadap bangsa kita ini?? Nah loh?!?, kok gitu yach nanyanya? Apalagi, banyak pengamata elit tua yang selalu bilang bahwa sebagian besar anak muda bangsa Indonesia ini sangat jauh dari nila-nilai nasionalisme untuk menghargai hasil jasa para pahlawan bangsa menorehkan kemerdekaan apalagi mencintainya!!!

    Wah..parah tuh!!! Tapi, inilah kenyataan anak-anak muda sekarang ini. Rumput Tetangga selalu kelihatan lebih hijau dari rumput halam rumah sendiri.

    Ekspresi seperti itu memang wajar, menunjukan kesetian pada bangsa sendiri. Namun, ada cara yang lebih ampuh dari hal-hal yang dapat membuat anarki dan hirarki disana-sini. Yaitu mengekspresikan prestasi kita sebagai anak bangsa di kancah dunia. Bangsa Indonesia yang telah terlanjur dicap jelek, mari kkita rubah cap atau stigma itu. Toh, pada akhirnya kita-kita juga kan yang untung!

    Mari anak bangsa, kita buktikan bahwa kita bisa sebagai Bangsa Indonesia!!!

    Minggu, 13 September 2009

    Lomba Esai Tentang Jepang Bagi Mahasiswa 2009

    Deadline: 5 Oktober 2009

    The Japan Foundation, bekerjasama dengan KAPPIJA 21 (Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang abad 21) Pengurus Daerah DKI Jakarta, mengundang anda dengan kriteria di bawah ini untuk mengikuti lomba esai tentang Jepang:

    1. Warga negara Indonesia
    2. Berusia di antara 18-23 tahun.

    Kirimkan karya tulis anda yang berbentuk esai ke alamat di bawah ini:

    The Japan Foundation, Jakarta
    Gedung Summitmas I, Lt. 3
    Jl. Jenderal Sudirman Kav. 61-62
    Jakarta 12190
    u.p. Dipo Siahaan

    Kami akan memilih 5 karya terbaik untuk mendapatkan hadiah sebagai berikut:
    Juara 1: Rp 2 juta
    Juara 2: Rp 1.5 juta
    Juara 3: Rp 1 juta
    2 Juara Harapan, masing-masing Rp 500.000

    Karya tulis para pemenang ini juga akan dikumpulkan untuk diterbitkan dalam sebuah buku. Buku terbitan the Japan Foundation tersebut kemudian akan dibagikan ke berbagai Perpustakaan dan Taman Bacaan di seluruh Indonesia.

    Karya tulis diterima paling lambat hari Senin, 5 Oktober 2009.

    Pengumuman pemenang akan diadakan pada:

    Hari/Tanggal : Jumat, 6 November 2009
    Tempat : Aula The Japan Foundation, Jakarta

    Mohon agar memperhatikan persyaratan di bawah sebelum mengirimkan karya tulis anda:

    1. Naskah harus orisinil, bukan saduran, terjemahan atau jiplakan
    2. Belum pernah dilombakan atau dipublikasi
    3. Ditulis dalam Bahasa Indonesia
    4. Diketik dalam program MS Word for Windows, huruf Times New Roman 12pt, spasi ganda, kertas A4
    5. Panjang tulisan tidak lebih dari 10 halaman
    6. Naskah dikirim dalam bentuk hasil print-out dan soft copy yang disimpan dalam CD
    7. Sertakan nama dan alamat lengkap, fotokopi kartu identitas, nomor telepon/fax dan ponsel pada lembaran kertas terpisah dari esai.
    8. Naskah harus merupakan hasil karya individu, tidak boleh karya kolaborasi

    Info lebih lanjut silahkan hubungi Dipo via email ke dipo@jpf.or.idThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it ; telpon (021) 520 1266, atau fax (021) 525 5159.

    Lomba ini diselenggarakan bekerjasama dengan KAPPIJA 21 Pengda Jakarta.

    Memburu Malam Lailatul Qadar



    Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah satu malam yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia, Lailatul Qadar.

    Banyak ayat didalam Al-Quran yang menceritakan tentang barakahnya malam ini, dimana pada malam ini diturunkan Al-Quran. Banyak diantara orang menunggu kedatangan Lailatur Qadar dalam sepuluh hari terakhir.

    Sebagaian orang menunggu kedatangan malam itu dengan berlama-lama di masjid sambil membaca Al-Quran. Ada yang menunggunya dihadapan rumah agar dapat melihat turunnya malaikat pada malam Qadar, dan tidak kurang juga yg menyambutnya dengan sinaran-sinaran lampu-lampu minyak agar kawasan mereka diterangi. Mereka begitu yakin dengan beberapa tanda-tanda yang banyak diceritakan dalam berbagai cerita sejarah.

    Ada suatu hal yang masih tersimpan dalam benak hati kita semua. Sebuah pertanyaan terdalam. Pernahkah Nabi SWA melihat langsung Lailatul Qadar? Adakah sahabat-sahabat juga pernah melihatnya? Kita pernah mendengar banyak hadis-hadis yang menceritakan tanda-tanda malam tersebut, adakah kita bisa melihatnya dengan mata kepala kita sendiri.

    Cara yang paling bijak bagi kita menjawab persoalan ini marilah kita lihat tafsiran beberapa ahli tafsir termasuk melihat tanda-tanda tersembunyi yang sering diceritakan itu.

    Tafsir Surat Al-Qadar

    Satu surat yang begitu signifikan menceritakan mengenai peristiwa malam tersebut ialah surah Al-Qadar yang berisi 5 ayat. Surat Al-Qadar adalah surat ke 97 menurut susunannya didalam Mushaf. Ada diantara ulama-ulama mengatakan bahwa surat Al-Qadar ini turun selepas penghijrahan Nabi saw ke Madinah.

    Didalam membicarakan pentafsiran ayat, amatlah bijak jika kita mengambil penafsiran yang diambil dari Tafsir Jalalain:

    Kesimpulannya bahwa malam Al-Qadar itu secara sejarahnya di turunkan Al-Quran dari Lauhul Mahfuz kelangit dunia. Kemuliaan malam tersebut telah dikhabarkan kepada Rasulullah SAW. Bulan itu dikatakan satu bulan dengan barakah seperti 1000 bulan. Dimalam tersebut para malaikat-malaikat dan Jibril turun ke bumi dan memohon Allah mengkabulkan doa'-do'a hambanya. Kemuliaan malam tersebut berakhir dengan terbitnya fajar.

    Pentafsiran yang lebih terperinci sedikit mengenai ayat pertama surah Al-Qadar ini dapat kita lihat dari Tafsir Ibnu Kathir:

    Allah SWT telah mengkhabarkan sesungguhnya Ia telah menurunkan Al-Quran pada malam Lailatul Qadar. Dimana Allah berfirman, "Sesungguhnya kami turunkannya di malam yg barakah". Inilah yang kemudian dikenal sebagai malam Al-Qadar yg berada didalam bulan Ramadan sebagaimana firmannya, "Pada bulan Ramadan yang diturunkan didalamnya Al-Quran".

    Berkata Ibnu Abbas bahwa Allah SWT telah menurunkan Al-Quran keseluruhannya (secara total) dari Lauhul Mahfuz ke Baitul 'Izzah dari langit dunia kemudian ia diturunkan secara berpisah dan berperingkat selama 23 tahun keatas Nabi SAW, kemudian firman Allah beliau memuliakan Lailatul Qadar dimana Allah SWT telah mengizinkan penurunan Al-Quran.

    Keistimewaan Lailatul Qadar

    Sheikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi merujuk kepada surah Al-Qadar didalam membicarakan persoalan keistimewaan Lailatul Qadar, katanya :

    "Allah telah memuliakan Al-Quran dimalam ini, dan ditambahnya dengan maqam yang mulia, yaitu kedudukan dan kemuliaannya yang sangat banyak dari kebaikan dan kelebihan dari 1000 bulan. Apa-apa ketaatan dan ibadah didalamnya menyerupai 1000 bulan yang bukan Lailatul Qadar. 1000 bulan ini menyamai 83 tahun 4 bulan. Hanya di satu malam ini lebih baik dari umur seseorang yang menghampiri 100 tahun, jika tambah berapa tahun beliau baligh dan dipertanggung jawabkan".

    Dan pada malam itu turunnya malaikat-malaikat dengan rahmat Allah dengan kesejahteraan dan barakahnya. Dan kesejahteraanya melimpah sehingga ke terbit fajar. Didalam As-sunnah, banyak hadist-hadist yang menyebutkan mengenai keutamaan Lailatul Qadar ini. Yang banyak dianjurkan untuk mencarinya pada 10 malam terakhir. Dalam Sahih Bukhari dari Hadis Abu Hurarirah, "Barangsiapa yang berqiam dimalam Al-Qadar dengan penuh keimanan dan bersungguh-sungguh maka telah diampunkannya apa yang telah lalu dari dosanya". (Riwayat Bukhari didalam Kitab Al-Saum).

    Rasulullah SAW telah memberi penjelasan kepada siapa yang lalai dan tidak memperhatikan malam tersebut, yaitu sama seperti menghalang diirinya dari menerima kebaikannya dan ganjarannya. Berkata para sahabat yang telah dinaungi mereka bulan Ramadan, "Sesungguhnya bulan ini telah hadir kepada kamu didalamnya mengandung malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Siapa yang memuliakannya maka beliau akan dimuliakan kebaikan semua perkara. Dan siapa yang tidak memuliakannya maka kebaikannya akan dihalang". (Riwayat Ibnu Majah dari Hadis Anas, isnad Hassan sebagaimana didalam Sahih Jaami' Al-Saghir).

    Sheikh Ibnu Taimiyyah (Majmu' fatawa - Jilid-25/286) didalam membicarakan soalan yang mana satu lebih afdal, diantara Malam Isra' Nabi saw atau Lailatul qadar? Kata: "Sesungguhnya Malam Isra' lebih afdal dan Malam Al-Qadar lebih afdal bila dinisbahkan kepada umat...". Manakah yang lebih afdal 10 Zulhijjah atau 10 malam terakhir Ramadan?. Kata Ibnu Taimiyyah, "Hari 10 Zulhijjah lebih afdal dari hari 10 dari bulan Ramadan. Dan malam-malam 10 akhir Ramadan lebih afdal malam 10 Zulhijjah". Jelas menunjukkan bahwa para ulama menyatakan bahwa malam lailatul Qadar ini sangat istimewa kepada umat Muhammad.

    Dapatkah Lailatul Qadar dilihat dengan mata?

    Dua tokoh ulama' Arab Saudi, Sheikh Abdul Aziz bin Baaz dan Sheikh Salleh Munajjid berkata: "Malam Qadar boleh dilihat dengan mata kepada siapa yang diberi taufiq oleh Allah SWT dan dengan menggunakan tanda-tandanya. Para sahabat r.h. mencarinya berdasarkan tanda-tandanya tetapi tiada laporan yang mengatakan mereka telah melihatnya. Akan tetapi tidak ada larangan mencari hasil fadilah bagi siapa yang beriman dan bersungguh-sungguh", kata beliau.

    Sheikh Al-Sya'rawi mengatakan: "Satu pun diantara makluk Allah tidak melihat Lailatul Qadar melainkan Rasulullah SAW. Ani adalah satu keistimewaan yang diberikan kepada Rasulnya. Selain itu, ada beberapa orang yang dilaporkan pernah melihatnya. Mereka yang melihatnya berkata-kata kepada Rasulullah yang melihat beliau pandangan di dalam tidur mereka, seolah-olah berkata: "Aku melihat sebagaimana aku sujud di dalam air yang melimpah, kemudian menjadi pagi hari 23, mereka melihat masjid-masjid di sepanjang malam tersebut. Langit seolah-olah ingin hujan, Rasulullah sujud sehingga kelihatan dahi di atas tangannya dan kami mengetahui bahwa di sini adalah Lailatul Qadar didalam tahun dan malam itu".

    Haruskah mencari Lailatul Qadar?

    Ada beberapa hadis yang menunjukkan betapa ruginya seseorang yang tidak pernah berusaha mencari Lailatul Qadar. Menurut Sheikh Abdul Aziz bin Baaz dan Sheikh Salleh Munajjid beliau berkata; "Seorang Islam haruslah mencari malam 10 terakhir Ramadan sebagaimana Rasulullah SAW mengarahkan umatnya menuntut ganjaran dan pahala di mana seseorang yang mendirikannya dan iman dan azam malam tersebut, dia akan menerima ganjarannya dan jika tidak bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: "Barangsiapa yang berqiam di malam Qadar dengan keimanannya maka Allah akan mengampunkan dosanya yang telah lalu". Dalam riwayat lain, "Barangsiapa yg berqiam dan mencarinya kemudian ia akan diampunkan dosa yang sebelumnya dan yang terakhir."

    Tanda-tanda Lailatul Qadar

    Menurut Sheikh Abdul Khaliq Al-Sharrif bahwa tanda-tanda Lailatul Qadar akan ditunjukkan pada pagi harinya matahari akan memancar dan cuacanya yang agak sejuk. Sheikh Saleh Munajjid mengatakan bahwa matahari yang keluar itu tidak memancarkan cahaya. Sheikh Dr Yusuf Qaradhawi mengatakan terdapat juga berbagai tanda, seperti cahayanya merah kelemah-lemahan dan pada malam itu hujan dan angin sepoi-poi, tiada bau dan tiada sejuk sebagaimana yang disebut oleh Al-Hafiz didalam Fathul Bari'.

    Kata Al-Qaradhawi:

    "Semua tanda ini tidak memberi kepastian mengenainya. Tidak mungkin ia berulang-ulang, karena malam Al-Qadar selalu berbeda-beda cuacanya dalam berbagai negara, berbeda pula waktunya. Ia mungkin dijumpai di sebuah negara Islam yang tidak putus hujannya, dan kemungkinan di negara lain yang keluarganya bersholat istiqo' yang berdepan dengan kemarau, dan negara-negara berbeda dari segi kepanasan dan kesejukannya, naik matahari dan turunnya, kuat atau lemah pancarannya, maka mustahil untuk mendapat titik pertemuan ini. Kajian ulama' mengatakan: boleh di ambil malam-malam yang tertentu Lailatul Qadar itu dari sebahgian manusia. Ia hanya kelihatan kepada dia seorang saja yang melihatnya. Atau menerima mimpi didalam tidur, atau berlaku (karamah) keajaiban yang luar biasa. Atau Ia terjadi kepada keseluruhan umat Islam agar ia menerima ganjaran kepada siapa saja yang berpeluang melakunya. Dan Ia tidak nampak apa-apa yang berlaku. Kebanyakkan ulama' mengambil pandangan yang awal tadi.

    Amalan saat Lailatul Qadar

    Kemuliaan malam tersebut dan seruan-seruan dari hadist-hadist yang menyuruh umat Islam mencari malam tersebut mungkin akan menimbulkan sedikit pertanyaan. Apakah malam itu khusus bagi mereka-mereka yang alim saja atau bisa berlaku bagi masyakat umum. Yusuf Qaradawi mengatakan bahwa malam itu datang untuk semua orang yang benar-benar menginginkannya. Kata Qaradhawi:

    "Maka Malam al-Qadar ialah malam umum untuk semua yang menuntutnya. Yang menginginkan kebaikan dan ganjarannya, dan apa yang disisi Allah di dalamnya, itu lah malam ibadah dan malam ta'at, dan bersolat, bertilawah, berdo'a, bersedekah, menjalinkan perhubungan, beramal sholeh, dan melakukan kebaikan-kebaikan".

    "Yang harus dilakukan oleh orang Islam pada malam ialah; Bersholat Isya' secara berjamaah, sholat subuh berjamaah dan pada malamnya mendirikan qiamullail. Di dalam hadist Sahih diriwayatkan Nabi bersabda, "Barangsiapa yang bersholat Isya' berjamaah, seolah-olah ia berqiam di separuh malam, dan barangsiapa yang bersolat subuh berjamaah, seolah-olah ia bersholat disepanjang malam tersebut. (Riwayat Ahmad, Muslim).

    Sheikh Atiyah Saqr menganjurkan:

    Hidupkannya dengan bersholat, membaca Al-Quran, berzikir, beristigfar dan berdo'a dari terbenam matahari sehingga terbit fajar. Dan hidupkan ramadhan dengan bersolat terawikh di dalamnya. Sebuah riwayat yang mengatakan, "Barangsiapa yang bersholat magrib dan Isya' di hari akhir yaitu di malam Al-Qadar secara berjamaah, ia telah diberi keuntungan dari Lailatul Qadar". Berkata A'isyah r.h "Ya Rasulullah di waktu Lailatul Qadar, apakah yang harus aku katakan". "Katakalah, "Ya Allah sesungguhnya kamu pengampun dan suka kepada pengampunan, maka ampunkanlah ku".